
Sudah banyak yang mengetahui bahwa selain diwajibkan bagi laki-laki muslim khitan memiliki manfaat yang banyak bagi kesehatan seperti mencegah terjadinya infeksi saluran kemih, fimosis atau nyeri pada kepala penis akibat kulup atau kulit kepala penis yang melekat erat pada kepala penis selain itu khitan juga dapat mengurangi terjadinya kanker penis dan tentunya juga membuat kesehatan penis lebih terjaga kebersihannya. Selain itu infeksi juga dapat menghambat pertumbuhan berat badan anak sehingga tidak sesuai dengan perkembangan usianya.
Kapan Usia yang Tepat Untuk Dikhitan ?
a. Bayi Baru Lahir hingga Usia Dini
Khitan seringkali dilakukan pada bayi baru lahir hingga usia dini, biasanya sebelum bayi berusia dua minggu. Pada usia ini, prosedurnya cenderung lebih cepat dan pemulihannya lebih mudah. Bayi juga kurang mungkin untuk mengingat prosedur atau merasa trauma. Organisasi kesehatan dunia seperti American Academy of Pediatrics (AAP) menyatakan bahwa khitan memiliki manfaat kesehatan yang melebihi risiko pada bayi baru lahir.
b. Usia Sekolah
Beberapa keluarga memilih untuk melakukan khitan pada anak-anak mereka ketika mereka berusia sekitar 6 hingga 10 tahun, seringkali karena alasan keagamaan atau budaya. Pada usia ini, anak-anak lebih mampu memahami proses dan alasan di balik khitan. Namun, pemulihan mungkin memerlukan waktu lebih lama, dan ada risiko lebih besar anak akan merasa takut atau stres.
c. Remaja dan Dewasa
Melakukan khitan pada usia remaja atau dewasa biasanya terkait dengan pilihan pribadi atau kebutuhan medis, seperti fimosis patologis (kondisi dimana kulup terlalu sempit untuk ditarik melewati kepala penis). Pada usia ini, khitan memerlukan pertimbangan lebih lanjut mengenai manajemen nyeri dan pemulihan.
Mitos atau Fakta: Anak yang Dikhitan akan Lebih Cepat Besar atau Tinggi?
Mitos atau fakta bahwa anak yang disunat akan lebih cepat besar atau tinggi adalah mitos dan tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Pertumbuhan dan tinggi badan seseorang ditentukan oleh faktor genetik, nutrisi, serta kesehatan umum, bukan oleh prosedur khitan atau sunat.
Pertumbuhan dan perkembangan anak lebih banyak dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang baik, aktivitas fisik yang cukup, serta faktor genetik. Orang tua yang ingin mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang sehat pada anak-anak mereka disarankan untuk fokus pada aspek-aspek tersebut, daripada mengandalkan mitos atau kepercayaan yang tidak berdasar.
Apakah yang Orang Tua harus Diperhatikan Setelah Anak Dilakukan Tindakan Sirkumsisi atau Khitan?
Setelah anak menjalani tindakan sirkumsisi atau khitan, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan orang tua untuk memastikan proses pemulihan berjalan dengan lancar dan untuk menghindari komplikasi. Berikut adalah beberapa aspek yang perlu diperhatikan.
a. Pemantauan dan Perawatan Luka
- Pastikan area yang dikhitan tetap bersih dan kering. Cuci tangan sebelum dan setelah menyentuh area tersebut untuk menghindari infeksi.
- Ikuti petunjuk dokter tentang cara merawat luka, termasuk penggunaan salep atau krim antibiotik jika dianjurkan.
- Jika dokter menyarankan penggunaan balutan, pastikan untuk menggantinya sesuai dengan petunjuk untuk mencegah infeksi.
b. Mengenali Tanda Infeksi
Waspadai tanda-tanda infeksi, berikut ini.
- Kemerahan yang bertambah luas di sekitar luka
- Pembengkakan yang tidak kunjung mereda atau bertambah parah
- Nyeri yang bertambah intensitasnya
- Keluarnya nanah dari luka
- Demam atau kedinginan
Jika Anda mengenali salah satu dari tanda-tanda ini, segera hubungi dokter.
c. Manajemen Nyeri
Anak mungkin merasa tidak nyaman atau nyeri setelah prosedur khitan, terutama saat buang air kecil. Oleh karena itu, gunakan obat penghilang nyeri yang direkomendasikan dokter, seperti paracetamol atau ibuprofen, untuk membantu mengelola rasa sakit. Serta dorong anak untuk tidur dengan posisi yang tidak menekan area yang dikhitan.
d. Pemantauan Aktivitas
Batasi aktivitas fisik yang berat untuk beberapa hari setelah khitan untuk mencegah luka terbuka kembali atau berdarah. Dan biarkan anak istirahat cukup dan hindari permainan kasar atau olahraga sampai dokter mengatakan aman untuk dilanjutkan.
e. Pemantauan Buang Air Kecil
Pastikan anak dapat buang air kecil dengan normal setelah prosedur. Kesulitan buang air kecil atau tidak buang air kecil sama sekali dalam beberapa jam setelah khitan bisa jadi tanda masalah yang perlu ditangani medis.
f. Nutrisi dan Dehidrasi
Berikan anak banyak cairan dan makanan bergizi untuk mendukung proses penyembuhan.
Baca juga ; Tips Perawatan Pasca Sunat, Biar siKecil Cepat Sembuh
g. Konsultasi dengan Dokter
Ikuti semua janji temu tindak lanjut dengan dokter untuk memastikan proses penyembuhan berlangsung sesuai harapan.
Kesimpulan
Waktu yang tepat untuk melakukan khitan pada anak laki-laki sangat bergantung pada faktor-faktor seperti pertimbangan medis, keagamaan, budaya, dan preferensi pribadi. Meskipun banyak yang memilih untuk melakukan khitan pada bayi atau anak-anak usia dini karena alasan pemulihan yang lebih mudah dan risiko yang lebih rendah, beberapa keluarga mungkin memilih untuk menunggu hingga anak lebih tua atau bahkan sampai anak dapat membuat keputusan sendiri. Penting untuk mendiskusikan dengan dokter anak atau profesional kesehatan untuk mendapatkan informasi terkini dan rekomendasi yang sesuai dengan kondisi khusus anak Anda.
