
Banyak orang tua mungkin pernah mendengar cerita dari orang sekitar: “Kalau anak laki-laki disunat, nanti cepat tinggi badannya.” Mitos ini sudah lama beredar, bahkan sering dipercaya begitu saja. Padahal, apakah benar sunat bisa membuat anak bertambah tinggi? Yuk, kita bahas bersama dengan penjelasan medis yang lebih akurat.
Dari Mana Asalnya Mitos Ini?
Biasanya, mitos ini muncul karena beberapa anak terlihat lebih bugar atau cepat mengalami perubahan fisik setelah disunat. Ada juga yang mengaitkan masa pubertas dengan momen sunat, sehingga dianggap ada hubungannya dengan pertumbuhan tinggi badan.
Namun, perlu diketahui: sunat adalah prosedur medis yang berfokus pada area organ reproduksi laki-laki, bukan pada tulang atau hormon pertumbuhan. Jadi, klaim bahwa sunat bisa langsung membuat anak lebih tinggi sebenarnya keliru.
Baca Juga: Viral! Bahaya Gula Tinggi pada Anak & Cara Pencegahannya
Penjelasan Medisnya
Dokter anak menjelaskan bahwa tinggi badan anak dipengaruhi oleh faktor genetik, nutrisi, aktivitas fisik, dan kualitas tidur. Sunat tidak berpengaruh pada hal-hal tersebut.
Kalau pun ada anak yang terlihat lebih cepat tumbuh tinggi setelah sunat, biasanya karena:
- Sebelumnya mengalami gangguan kesehatan ringan seperti fimosis (kulup terlalu sempit) yang bisa menyebabkan nyeri atau infeksi berulang. Setelah sunat, masalah ini hilang sehingga anak jadi lebih sehat dan aktif.
- Efek psikologis: anak yang sudah disunat biasanya merasa lebih percaya diri, bisa bermain bebas, dan tidak terbatas lagi oleh keluhan kesehatan. Aktivitas yang meningkat ini mendukung tumbuh kembang secara optimal.
Artinya, bukan sunat yang membuat anak tinggi, melainkan kondisi kesehatan dan aktivitasnya setelah prosedur tersebut.
Jadi, Apa Manfaat Sunat yang Sebenarnya?
Walau tidak ada kaitannya dengan tinggi badan, sunat tetap memiliki manfaat medis yang diakui:
- Mencegah infeksi saluran kemih.
- Mengurangi risiko peradangan atau infeksi pada penis.
- Membantu menjaga kebersihan organ intim.
- Dalam jangka panjang, menurunkan risiko penyakit menular seksual tertentu.
Tips untuk Orang Tua
Jika ingin mendukung pertumbuhan tinggi badan anak, fokuslah pada hal-hal berikut:
- Pastikan anak mendapat nutrisi seimbang (protein, kalsium, vitamin D, dan zat besi).
- Biasakan tidur cukup dan berkualitas, minimal 8–10 jam per malam.
- Ajak anak rutin berolahraga, terutama aktivitas yang merangsang tulang, seperti berenang, basket, atau lompat tali.
- Berikan lingkungan emosional yang nyaman agar anak tumbuh dengan bahagia.
Kesimpulan
Mitos bahwa sunat bikin anak lebih tinggi memang terdengar menarik, tapi faktanya tidak ada hubungan medis antara sunat dan pertumbuhan tinggi badan. Yang penting, orang tua tetap bisa mempertimbangkan sunat karena manfaat kesehatan lainnya, sambil tetap menjaga nutrisi dan gaya hidup anak untuk mendukung tumbuh kembang optimal.
Konsultasi Dokter : whatsapp
